Kalian pasti pernah menyimak berita di TV atau membaca artikel online tentang bencana alam. Nah, di situ biasanya tidak hanya disajikan kejadian saja, tapi juga dibedah bagaimana proses peristiwanya bisa terjadi, dari awal sampai dampaknya. Konsep inilah yang sebenarnya juga dipelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia lewat sebuah jenis teks khusus. Teks ini berfungsi untuk menguraikan hubungan sebab dan akibat dari suatu peristiwa secara runtut dan logis. Nama teks tersebut adalah teks eksplanasi, yang tujuannya membantu pembaca memahami “kenapa” dan “bagaimana” sebuah kejadian bisa terjadi, bukan sekadar “apa” yang terjadi.
Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam maupun fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena alam yang dimaksud bisa berupa tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan, proses terbentuknya pelangi, dan sebagainya. Sedangkan fenomena sosial yang dapat dijelaskan oleh teks eksplanasi antara lain; aksi demonstrasi, tawuran, peperangan, dan lain-lain.
Teks eksplanasi bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan secara jelas kepada pembaca. Itulah mengapa, di dalam teks eksplanasi harus memuat proses, sebab, dan akibat suatu kejadian.
Ciri-ciri Teks Eksplanasi
- Faktual
- Bersifat Keilmuan
- Informatif
- Membahas Hal-hal yang bersifat umum
Teks eksplanasi memiliki sifat faktual, yang berarti isi di dalamnya disusun berdasarkan fakta dan data yang benar-benar terjadi. Informasi yang disajikan bukan hasil opini atau karangan bebas, melainkan kejadian nyata yang bisa dibuktikan kebenarannya, sehingga pembaca mendapatkan pemahaman yang akurat dan dapat dipercaya.
Teks eksplanasi juga memiliki karakter keilmuan, artinya pembahasan di dalam teks ini berkaitan erat dengan konsep dan kajian ilmu pengetahuan. Setiap fenomena yang dijelaskan tidak berdiri sendiri, tetapi diuraikan menggunakan sudut pandang ilmiah yang relevan. Contohnya, peristiwa gempa bumi dijelaskan melalui kajian Geografi yang membahas pergerakan lempeng bumi, sementara aksi demonstrasi dapat dianalisis dari perspektif Sosiologi yang menyoroti perilaku dan dinamika sosial masyarakat.
Ciri berikutnya dari teks eksplanasi adalah sifatnya yang informatif. Artinya, teks ini disusun untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi kepada pembaca secara objektif. Fokus utamanya hanya menjelaskan bagaimana sebuah peristiwa terjadi beserta proses yang menyertainya, tanpa ada maksud memengaruhi pendapat, mengajak, atau membujuk pembaca ke arah tertentu.
Ciri terakhir dari teks eksplanasi adalah pembahasannya bersifat umum. Artinya, teks ini mengulas peristiwa atau fenomena yang banyak terjadi dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga topik yang dibahas dekat dengan pengalaman pembaca dan relevan dengan kondisi di sekitar kita.
Contoh Teks Eksplanasi
Contoh 1.
“Hujan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Hujan umumnya diawali oleh proses penguapan air laut karena panas matahari. Panas matahari menyebabkan air menguap ke udara, baik itu air laut, air sungai, air danau, juga air dari kandungan makhluk hidup lainnya. Proses yang selanjutnya terjadi yaitu kondensasi atau pemadatan uap air dan menjadi sebuah embun.”
Perhatikan kalimat yang dicetak tebal. Dari paragraf di atas, kita dapat memahami bahwa panas matahari merupakan penyebab terjadinya hujan, atau bisa dikatakan hujan merupakan akibat dari proses penguapan air laut.
Contoh 2
Kata banjir sudah tidak asing lagi di telinga kita. Terdapat dua faktor yang menjadi penyebab banjir yaitu faktor alam dan faktor manusia.
Faktor alam yang menyebabkan banjir seperti terjadinya erosi dan curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan. Faktor manusia yang menjadi penyebab banjir, antara lain pembuangan limbah atau sampah, pemukiman penduduk di sepanjang aliran sungai atau air, saluran got yang dipenuhi sampah atau kerusakan bangunan pengendali banjir.
Untuk mencagah banjir, manusia harus ikut serta dalam menjaga lingkungan yang berkelanjutan.
Cara Membuat Teks Eksplanasi
1. Menentukan Topik atau Fenomena
Langkah pertama adalah memilih topik atau fenomena yang ingin dijelaskan. Topik bisa berupa fenomena alam, sosial, budaya, atau ilmiah yang menarik dan bisa dianalisis secara logis.
Contoh topik:
- Proses terjadinya hujan
- Penyebab banjir
- Proses fotosintesis
- Dampak pemanasan global
2. Mencari dan Mengumpulkan Informasi
Kumpulkan informasi yang akurat dan relevan dari berbagai sumber tepercaya seperti buku, artikel ilmiah, atau situs edukasi. Informasi ini harus berdasarkan fakta, bukan opini pribadi.
3. Menyusun Kerangka Teks
Buat kerangka teks berdasarkan struktur teks eksplanasi.
4. Menulis Teks Sesuai Struktur
Kembangkan kerangka menjadi paragraf-paragraf yang jelas dan padu. Pastikan setiap bagian saling terhubung dan mendukung topik utama.
5. Menggunakan Bahasa yang Jelas dan Ilmiah
Gunakan bahasa baku, jelas, dan informatif. Hindari bahasa figuratif atau opini pribadi. Fokus pada penjelasan logis dan ilmiah.
6. Merevisi dan Menyunting
Setelah selesai menulis, baca kembali teksmu. Periksa apakah alur penjelasannya runtut, bahasanya sudah tepat, dan tidak ada kesalahan ejaan atau tata bahasa.


Post a Comment for "Bahasa Indonesia Kelas 6. Belajar Teks Eksplanasi. Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya"