Belajar Lebih Terarah dengan Kisi-Kisi Resmi TKA dari Pusmendik

Lumbir, PGRI Cabang Lumbir - TKA adalah asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. TKA sifatnya tidak wajib, sehingga murid memiliki kebebasan untuk mengikutinya tanpa paksaan, dan ditujukan bagi mereka yang merasa siap serta membutuhkannya.

Penting untuk dipahami bahwa TKA dimaksudkan untuk melengkapi sistem penilaian yang ada saat ini, tidak menggantikan penilaian oleh satuan pendidikan. Oleh karena itu, hasil TKA tidak menentukan kelulusan dari satuan pendidikan, kelulusan tetap ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing. 

Tujuan TKA

Tujuan TKA adalah menjawab tantangan penilaian yang beragam antar sekolah dengan menyediakan bentuk penguatan capaian akademik murid yang objektif dan terstandar. 

Kemudian TKA menjadi salah satu bahan pertimbangan seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan seleksi lainnya, serta menyetarakan hasil belajar jalur pendidikan formal dan nonformal.

Siapa yang Dapat Mengikuti TKA?

TKA bersifat tidak wajib, namun murid yang dapat mengikuti TKA yaitu murid dengan jenjang dan kelas berikut:

  1. Murid SD/MI/sederajat kelas 6
  2. Murid SMP/MTS/sederajat kelas 9
  3. Murid SMA/MA/Sederajat dan SMK/MAK kelas 12
  4. Murid SMK/MAK kelas 13 program 4 tahun
Kegunaan Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Jenjang Kegunaan Hasil TKA
SD/MI Kelas 6 Hasil TKA dapat digunakan untuk masuk ke SMP melalui jalur prestasi (akan menyesuaikan kebijakan masing-masing pemerintah daerah)
SMP/MTs Kelas 9 Hasil TKA dapat digunakan untuk masuk ke SMA/SMK melalui jalur prestasi (akan menyesuaikan kebijakan masing-masing pemerintah daerah)
SMA/MA/SMK Kelas 12 Hasil TKA dapat digunakan sebagai: Bahan validator nilai rapor pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), pertimbangan masuk PTN dengan jalur Mandiri, sesuai kebijakan masing-masing PTN, pertimbangan masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sesuai dengan kebijakan masing-masing PTS
Tes Kompetensi Akademik (TKA) kini memiliki kisi-kisi resmi yang diterbitkan oleh Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Kemendikdasmen. Kisi-kisi ini bisa dijadikan acuan dalam memahami kompetensi dan muatan yang diukur pada setiap mata pelajaran, sehingga proses belajar dan pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif.

Dengan mengenali kisi-kisi sejak awal, proses belajar dapat difokuskan pada penguasaan kompetensi yang diukur, bukan sekadar menghafal soal.

Berikut rangkuman tiga mata pelajaran utama yang diujikan dalam TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.

Kisi-Kisi Matematika
Tes Kompetensi Akademik Matematika mengukur kemampuan dalam memahami konsep serta menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah.

Kompetensi yang diukur meliputi:
  • Pengetahuan Matematika: memahami fakta, konsep, dan prosedur.
  • Representasi Matematika: menyajikan masalah dalam bentuk matematis.
  • Penalaran: bernalar logis untuk menyelesaikan masalah.
  • Koneksi Matematis: menghubungkan berbagai konsep matematika.
  • Pemecahan Masalah: menerapkan pengetahuan untuk menemukan solusi.
Muatan yang diuji:
  • Bilangan: bilangan real, bilangan asli, berpangkat, dan pecahan.
  • Aljabar: persamaan dan pertidaksamaan linear, fungsi, barisan, dan deret.
  • Geometri dan Pengukuran: bangun datar, bangun ruang, serta jarak antar objek geometri.
  • Data dan Peluang: penyajian data, ukuran pemusatan, peluang, dan kombinasi.
  • Trigonometri: perbandingan sinus, kosinus, dan tangen.
  • Soal matematika tidak hanya menilai kemampuan berhitung, tetapi juga menekankan pemahaman konsep, logika, serta penerapan dalam situasi nyata.

Kisi-Kisi Bahasa Indonesia 
TKA Bahasa Indonesia berfokus pada keterampilan membaca dan memahami teks, baik teks informasi maupun fiksi, dengan struktur kalimat dan kosakata yang lebih kompleks.

Aspek yang diuji meliputi:
  • Pemahaman Tekstual: memahami, menyusun ulang, dan menyajikan kembali informasi eksplisit.
  • Pemahaman Inferensial: menarik kesimpulan dari informasi tersirat.
  • Evaluasi dan Apresiasi: menilai gagasan serta mengapresiasi bahasa yang digunakan penulis.
Untuk mendukung ketiga aspek tersebut, soal TKA Bahasa Indonesia juga menilai kemampuan memahami teks melalui tiga karakteristik bahasa berikut:

1. Kosakata

Menilai pemahaman terhadap makna kata, sinonim, antonim, dan penggunaan kosakata sesuai konteks. Peserta diharapkan dapat menafsirkan makna kata atau frasa yang digunakan dalam teks informasi maupun fiksi.

2. Kalimat

Menilai kemampuan memahami dan menganalisis struktur kalimat, termasuk kalimat majemuk dan kompleks. Fokus penilaian mencakup hubungan antar klausa, penalaran logis dalam kalimat, serta efek penggunaan struktur kalimat terhadap makna.

3. Wacana

Menilai kemampuan memahami keseluruhan teks, termasuk kohesi dan koherensi antargagasan. Peserta diharapkan dapat mengidentifikasi ide pokok, hubungan antarparagraf, serta maksud atau tujuan penulis dalam konteks teks yang utuh.

Keterampilan berpikir kritis, kemampuan memahami konteks, dan kebiasaan membaca teks panjang menjadi faktor penting dalam menghadapi TKA Bahasa Indonesia.

Kisi-Kisi TKA Bahasa Inggris
Soal TKA Bahasa Inggris menilai kemampuan memahami teks naratif, deskriptif, hingga prosedural dalam konteks sehari-hari maupun vokasional.

Level yang diukur:
  • A2 (Pre-Intermediate) dan B1 (Intermediate) berdasarkan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
  • Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut cakupan kemampuan di masing-masing level.
Untuk Tingkat A2 (Pre-Intermediate), peserta diharapkan mampu:
  • Memahami dan ungkapan yang sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari (misalnya: informasi pribadi, kegiatan rutin, dan kebutuhan dasar).
  • Mengidentifikasi informasi utama dari teks pendek seperti pengumuman, iklan, atau petunjuk sederhana.
  • Menggunakan pemahaman umum terhadap kosakata dasar dan struktur kalimat yang umum digunakan dalam percakapan.
Untuk Tingkat B1 (Intermediate), peserta diharapkan mampu:
  • Memahami teks yang lebih panjang dan kompleks, termasuk teks faktual, naratif, dan deskriptif dengan kosa kata yang lebih luas.
  • Menemukan ide utama, detail penting, serta hubungan logis antarbagian teks.
  • Menangkap maksud, sikap, atau pendapat penulis berdasarkan konteks dan pilihan bahasa.
Kompetensi yang diukur meliputi:
  • Pemahaman Tekstual: menemukan dan menyajikan kembali informasi eksplisit.
  • Pemahaman Inferensial: memahami detail, ide pokok, serta hubungan sebab-akibat.
  • Evaluasi dan Apresiasi: menilai teks dari isi, emosi, dan makna.
  • Soal Bahasa Inggris dirancang untuk menilai kemampuan memahami teks otentik, bukan sekadar menghafal kosakata atau pola tata bahasa.
Belajar Sesuai Kisi-Kisi, Bukan Sekadar Kebut Semalam

Pemahaman terhadap kisi-kisi resmi dari Pusmendik dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi belajar yang lebih terarah dan konsisten. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Sistem Belajar Nyicil, metode belajar yang menekankan pentingnya konsistensi dan pembiasaan sejak dini, bukan belajar mendadak menjelang ujian. Dengan mencicil belajar dan mendalami materi sedikit demi sedikit, proses persiapan TKA menjadi lebih ringan dan hasilnya lebih bermakna.

Post a Comment for "Belajar Lebih Terarah dengan Kisi-Kisi Resmi TKA dari Pusmendik"